Pertanyaan paling mendasar dalam kehidupan bukanlah “apa yang saya inginkan?”, melainkan “siapa yang sebenarnya sedang mengarahkan hidup saya?”. Dalam kerangka Self Awareness Transformation (SAT), persoalan ini tidak pertama-tama dilihat sebagai persoalan benar atau salah, melainkan sebagai persoalan tentang pusat pemerintahan internal (internal governance). Setiap manusia memiliki berbagai dorongan, pikiran, emosi, dan keinginan yang muncul silih berganti. Namun tidak semua yang muncul dalam diri manusia berasal dari kesadaran yang jernih. Karena itu, sebelum mengikuti suatu keinginan, penting untuk memahami terlebih dahulu dari mana keinginan tersebut berasal dan siapa yang sesungguhnya sedang berbicara melalui keinginan itu. Pada permukaan, kehidupan sering tampak sebagai pertarungan antara dua kehendak: kehendak manusia dan kehendak Allah. Seolah-olah manusia memiliki keinginannya sendiri, sementara Allah menghendaki sesuatu yang berbeda. Akan tetapi, SAT mengajak kita meliha...
Memfasilitasi Manusia Kembali Utuh — Tidak Terpecah antara Pikiran, Perasaan, Makna, dan Tuhan