Dalam tulisan: “Kebahagiaan: Antara Jiwa, Raga, dan Ruh”, Haidar Bagir mendefenisikan kebahagiaan sebagai berikut: Kesejahteraan (well-being), yakni kepuasaan atau pemenuhan hal-hal yang dianggap penting dalam hidup (eksternal). Lawannya adalah ketiadaan atau kekurangan (deprivation) hal-hal tersebut. Kerelaan, yakni terhadap keadaan yang di dalamnya seseorang berada (internal). Lawannya adalah kegelisahan atau kecemasan. Perasaan mengetahui makna hidup. Walaupun kebahagiaan sering dihubungkan dengan kesenangan dan kegembiraan, namun demikian, tidak semua hal-hal yang bersifat menyenangkan akan mampu memberikan kebahagiaan kepada seseorang. Karena, ada saja orang-orang yang tidak gembira atau sedih, namun secara keseluruhan hidupnya penuh kebahagiaan. Mari kita lihat lagi, apa yang dikatakan Haidar Bagir mengenai kegembiraan dan kebahagiaan: Meski kesenangan dan kegembiraan boleh jadi juga merupakan turunan dari kebahagiaan, namun kebahagiaan bisa amat tergantung pad...
Memfasilitasi Manusia Kembali Utuh — Tidak Terpecah antara Pikiran, Perasaan, Makna, dan Tuhan