Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2019

KONSEKUENSI PIKIRAN DAN PERASAAN

Secara jujur kami harus menghadapi kemungkinan bahwa memori atau inteligensi tidak secara kaku dibatasi oleh pikiran manusia. Ia bisa, sebagai jenis jaringan yang meluas dari organisme hidup, menjangkau tidak hanya pikiran manusia lainnya dan menyebabkan pikiran-pikiran itu merespon, tapi juga menuju pada objek-objek fisik yang berfungsi sebagai reservoir inteligensi yang bisa ditemukan kembali di masa depan. Hal ini menghadirkan pada kita satu dari misteri terbesar tentang (dunia) pikiran. - Andrija Puharich, 1962           Pada akhir tahun 2007, saya sempat dihubungkan dengan salah seorang staf di sebuah bank terkenal di Indonesia untuk membicarakan kemungkinan mengadakan training bagi setiap frontliners-nya. Bank ini secara profit memiliki keuntungan yang signifikan, akan tetapi dalam hal standar layanan masih kurang memuaskan. Standar layanan adalah sebuah standar perbankan resmi dalam hal melayani customer.    ...

HIDUP DI MASA LALU

          Ternyata kalau kita merenungi diri sendiri, maka begitu banyak orang yang tidak hidup di masa sekarang, melainkan hidup di masa lalu. Ah…masa sih? Kok bisa demikian? Bukankah kita ndak bisa ke masa lalu? Mungkin saja ada yang bertanya demikian…hehehe…             Perlu untuk kita ketahui bersama bahwa di otak kita, proses mem-persepsi itu terjadi karena adanya beragam informasi yang masuk melalui kelima indera kita dan kemudian ada proses kognisi untuk melakukan penilaian terhadap beragam informasi tersebut. Penting juga untuk diketahui bahwa ketika terjadi masuknya beragam informasi tersebut juga memicu reaksi emosional kita. Saat kami menyebut kata “emosional” maka kata ini merujuk pada semua ragam emosi kita, mulai dari sedih, kecewa, sakit hati, senang, gembira, bahagia, dan lain sebagainya. Jadi kata “emosional” tidak hanya merujuk pada emosi-emosi yang tidak menyenangkan saja. Jadi te...