Pada kebanyakan manusia, hampir semua yang terlintas di pikiran dan hatinya selalu berkaitan dengan segala hal di luar dirinya. Baik itu berupa pekerjaan, keluarga, uang, impian, manusia lainnya, peristiwa, dan jabatan serta benda-benda. Semua itu adalah hal-hal di luar diri kita dan yang sering dipikirkan serta dirasakan efek perasaannya di hati. Jika semakin kuat ikatan emosional kita dengan sesuatu yang di luar diri kita tersebut, maka semakin intens pula dipikirkan dan dirasakan. Galau sering terjadi akibat memikirkan hal-hal di luar dirinya. Begitu pula ketika merasa senang, terjadi ketika memikirkan sesuatu di luar dirinya atau sesuatu di luar dirinya tersebut terjadi sesuai dengan apa yang dipikirkan dan harapkan. Pada akhirnya, lintasan pikirannya pun sangat dipengaruhi oleh hal-hal di luar dirinya. Termasuk berbagai perasaannya pun bergantung pada hal-hal di luar dirinya. Perubahan apapun yang terjadi di luar dirinya, maka akan mempengaruhi pikiran dan perasaannya. ...
Memfasilitasi Manusia Kembali Utuh — Tidak Terpecah antara Pikiran, Perasaan, Makna, dan Tuhan