Pada tahun 1957, Mr. Wright menderita limfosarkoma tahap lanjut. Ia mengalami penyakit tumor, dimana tumor-tumor sebesar jeruk mengelilingi leher, ketiak, lipatan paha, dada, dan rongga perutnya. Bahkan limpa serta hatinya membesar luar biasa. Saluran getah bening di daerah dada membengkak, dan satu hingga dua liter cairan kental harus disedot dari dadanya setiap hari. Semua pengobatan yang dijalaninya samasekali tak membuahkan hasil. Suatu ketika Mr. Wright mendengar ada obat baru yang disebut dengan Krebiozen. Obat ini akan dievaluasi di klinik tempat ia dirawat. Mr. Wright kemudian meminta para dokter untuk memberikannya suntikan obat tersebut, walau sebenarnya obat tersebut akan di uji cobakan kepada pasien yang harapan hidupnya sekurang-kurangnya 3 bulan dan lebih bagus lagi kalau 6 bulan. Dengan sedikit memohon akhirnya Mr. Wright mendapatkan satu suntikan obat tersebut. Psikolog Bruno Klopfer memutuskan memberikannya satu suntikan pada hari Jumat, sambil berpi...
Memfasilitasi Manusia Kembali Utuh — Tidak Terpecah antara Pikiran, Perasaan, Makna, dan Tuhan