Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Metode Belajar-Mengajar

Citra Diri Sebagai Motivasi Belajar Pada Anak

Sebuah penelitian dari banyak pakar pendidikan terkenal di dunia menyebutkan bahwa citra diri adalah faktor sangat penting dalam dunia pendidikan. Sayangnya, hampir setiap sekolah tidak mengajarkan bagaimana cara menjaga dan meningkatkan citra diri setiap anak di kelas. Bahkan penelitian di Spanyol menyebutkan bahwa prestasi akademik berbanding lurus dengan citra diri yang baik. Mungkin kabar yang sangat memprihatinkan adalah bahwa ternyata hampir setiap anak memiliki citra diri yang kurang baik, dan ini seringkali dihancurkan oleh para guru dan orang tua. Dalam penelitian lain disebutkan bahwa citra diri anak, kebanyakan hancur ketika anak menginjak usia pendidikan Sekolah Dasar. Sungguh ironis bukan? Di satu sisi, para guru dan orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang berhasil, tapi di sisi yang lain, kebanyakan para guru dan orang tua justru menghancurkan citra diri anak mereka. Citra diri dapat kita gambarkan sebagai cermin diri. Yaitu a...

MENJADI GURU POSITIF

Ketika Dr. Robert Hartley dari University of London sedang berjuang mengatasi prestasi akademis buruk dari anak-anak yang kurang beruntung, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ketika masih menjadi murid sekolah, Hartley mengalami kebuntuan ketika harus menulis esai yang penting. Akhirnya ia membayangkan seorang pembaca berita membahas topik itu. Inspirasi pun datang. Hartley muda yang putus asa membayangkan dirinya sebagai pengulas berita dan kalimat mulai mengalir. Dapatkah “berpura-pura” menggerakkan yang lain untuk mencapai kemajuan? Hartley menghadapi anak-anak yang buruk dalam mengerjakan tes memasangkan gambar. “Coba bayangkan orang yang sangat pintar yang kamu kenal”, begitu kata dia kepada anak-anak itu. “Jadilah kamu aktor. Tutup matamu. Bayangkan bahwa kamu menjadi orang yang sangat pintar itu dan melakukan tes sebagaimana dia melakukannya.” Anak-anak membayangkan dirinya sangat pintar dan menja...

ORANG TUA DAN GURU: PEMBUNUH MASA DEPAN ANAK

Ketika saya mengatakan orang tua dan guru sebagai pembunuh masa depan anak, bukanlah berarti membunuh dalam arti yang sesungguhnya. Membunuh masa depan anak bukanlah dalam arti seperti kasus guru yang melempar seorang murid hingga pada akhirnya terbunuh, melainkan “membunuh” anak secara mental. Dan ini sering terjadi pada anak-anak yang dilakukan secara massal oleh orang tua dan guru di sekolah. Untuk menjelaskan maksud saya, mari kita lihat beberapa contoh kisah nyata yang dialami oleh teman saya dalam menangani anak-anak yang sering dikategorikan “bermasalah”. Sandy adalah seorang anak SD kelas 4 di Surabaya . Ketika masih berumur kurang lebih 2 tahun, mamanya sering menakut-nakuti dirinya dengan situasi gelap. “Hiiiii awas ada setannya di tempat gelap itu!” demikian mamanya sering menggoda dirinya ketika dia masih kecil. Maksud mamanya adalah bergurau (ada juga orang tua yang melakukan cara ini untuk membuat anaknya berhenti bermai...