Bagaimana Rasanya Menjadi Saya? Dari Pengalaman Emosional Menuju Pembentukan Identitas Dan Realitas Hati
Yang sering tidak disadari banyak orang adalah bahwa seorang anak tidak terutama belajar tentang siapa dirinya dari nasihat, ceramah, atau kalimat yang diucapkan kepadanya. Anak justru belajar mengenali dirinya melalui pengalaman emosional yang berulang dalam hubungan dengan orang-orang terdekatnya. Dengan kata lain, identitas diri tidak pertama kali terbentuk dari apa yang dipikirkan, melainkan oleh apa yang dialami dan dirasakan secara terus-menerus. Ketika seorang bayi lahir ke dunia, ia belum memiliki konsep tentang dirinya. Ia belum mampu berpikir, "Saya berharga," atau "Saya tidak berharga." Ia juga belum memiliki pemahaman seperti, "Saya dicintai," atau "Saya ditolak." Bahkan kemampuan untuk melihat dirinya sebagai individu yang terpisah dari orang lain masih dalam proses perkembangan. Pada tahap awal kehidupan, yang lebih dahulu hadir bukanlah pikiran atau keyakinan, melainkan pengalaman tubuh, pengalaman emosi, dan pengalaman relasi. Bay...