Skip to main content

FAITH THE BIPED DOG







Cobalah Anda perhatikan gambar-gambar di atas. Gambar di atas adalah seekor anjing yang bernama FAITH. Faith terlahir dalam keadaan cacat, dengan hanya memiliki kedua kaki belakang saja. Faith ditemukan oleh seorang anak bernama Reuben, yang kemudian membawa pulang anjing tersebut. Reuben sekeluarga kemudian merawat Faith dan percaya bahwa Faith dapat dilatih untuk berdiri di atas kedua kakinya yang tersisa, seperti layaknya manusia. Banyak dokter hewan yang menganjurkan mereka untuk membunuh Faith, karena menurut para dokter, Faith akan tersiksa dengan menyeret punggungnya, karena tidak memiliki kedua kaki depan. Hal ini, menurut para dokter, akan membuat Faith meninggal dalam waktu yang tidak lama.
Namun, Reuben sekeluarga percaya dan kokoh memegang keyakinan mereka. Mereka memberikan kasih sayang dan mengajari Faith. Dan hasilnya…
Seperti yang Anda lihat di atas, Faith begitu gembira dan mampu berjalan di atas kedua kaki belakangnya.

Jika Faith memiliki KEYAKINAN UNTUK BISA, maka Anda pun JUGA BISA

Untuk mengetahui lebih banyak tentang Faith, Anda dapat mengklik di sini.

Comments

  1. Hi, thanks for writing about my dog Faith. I definitely appreciate it. I just wish I could read your language! I would be very happy to talk with you personally about Faith online, through a television or radio interview. Just give write to me at faith@faiththedog.net and we can get that started. I love to share her message and feel your readers would be happy to hear about her! Thank you again for your love!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Menderita? Saat Kita Salah Menentukan Sumber Keberadaan Diri

Gagasan ini dapat dibuat lebih utuh dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa dalam SAT (Self Awareness Transformation), penderitaan manusia tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi dari hubungan antara kenyataan tentang keberadaannya dan cara ia memahami keberadaan dirinya. Di sinilah pentingnya membedakan dua tingkat realitas: realitas ontologis dan keyakinan psikologis. Realitas ontologis berbicara tentang bagaimana keberadaan manusia sesungguhnya, sedangkan keyakinan psikologis berbicara tentang bagaimana manusia memaknai dan merasakan keberadaannya. Pembedaan ini penting karena seseorang dapat hidup dalam kenyataan ontologis tertentu, tetapi secara psikologis mempercayai sesuatu yang berbeda. Dalam kerangka SAT, jarak antara keduanya dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami mengapa manusia mudah mengalami ketakutan, keterikatan, kecemasan, dan penderitaan. Realitas ontologis adalah kenyataan mengenai keberadaan manusia sebagaimana adanya, terlepa...

Penyebab Umum Gangguan Psikosomatis

David B.Cheek, M.D. dan Leslie M. Lecron,B.A. dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada 7 faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis. Memahami 7 kunci penting ini akan membantu terapis dan klien membuka pintu gerbang kesadaran baru tentang pemahaman masalahnya. Untuk memudahkan mengingat maka kita gunakan mnemonik COMPISS (Conflict, Organ Language, Motivation, Past Experience, Identification, Self-punishment, Suggestion/Imprint) 1. Conflict Konflik internal muncul karena ada minimal dua bagian dari diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan dari kedua bagian ini sebenarnya sama baiknya namun karena bertolak belakang akibatnya timbul masalah. Contohnya adalah seorang manajer yang selalu sakit kepala pada akhir bulan. Ternyata ada dua bagian dari dirinya yang konflik. Satu bagian dirinya ingin agar ia istirahat di rumah bersama keluarganya. Yang satu lagi ingin agar ia tetap bekerja agar menerima uang lembur lebih banyak dengan menyelesaikan ...

Anda Sedang Menjadi Siapa? Bagaimana Setiap Pilihan Membentuk Jiwa Dan Masa Depan Anda

Mulla Sadra memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berada dalam proses menjadi. Menurutnya, manusia bukanlah entitas yang statis atau tetap seperti benda mati. Jiwa manusia senantiasa bergerak dan berubah melalui apa yang disebut al-Ḽarakah al-jawhariyyah atau gerak substansial. Yang dimaksud dengan gerak substansial bukan sekadar perubahan perilaku, suasana hati, atau sifat-sifat luar, melainkan perubahan yang terjadi pada tingkat keberadaan manusia itu sendiri.   Dengan kata lain, setiap pengalaman, pilihan, keyakinan, dan tindakan yang dilakukan seseorang ikut membentuk siapa dirinya pada tingkat yang paling mendasar. Karena itu, kehidupan bukan hanya rangkaian peristiwa yang dialami manusia, tetapi juga proses pembentukan jiwa yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup. Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar memiliki karakter, tetapi sedang menjadi karakter tersebut. Ketika seseorang berulang kali memilih suatu cara berpikir, merawat keyakinan tertentu, memelihar...