Skip to main content

Posts

BRAINSTORMING VS BELIEF SYSTEM

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang klien yang datang ke rumah untuk diterapi. Ia bekerja di sebuah bank terkenal di Indonesia , dan ia di ditempatkan di bagian marketing. Ia datang mengeluh kepada saya dengan sejumlah permasalahannya. Mulai dari ia kurang puas dengan pekerjaannya, ia juga merasa seperti ada yang mengganjal dalam karir kesuksesannya, dan ia datang dengan membawa sejumlah gangguan fisik akibat dari faktor X yang dialami oleh jiwanya. Ia merasakan kepalanya seperti mau pecah dan terasa sakit di bagian belakang kepala, dan ia juga merasa badannya seperti mau sakit-sakit semua. Jika kita menggunakan skala 0 hingga 10, dimana angka 0 menunjukkan bahwa semua hal yang mengganjal hilang sama sekali dan angka 10 mewakili intensitas yang teramat tinggi atas apa yang dialaminya, maka ia berada pada skala 9. Lumayan tinggi juga intensitas masalah yang dialaminya. Setelah melakukan interview awal dan melakukan analisis awal atas apa yang dialaminya, saya kemudian ...

ENERGI OTAK

Otak manusia pun ternyata memiliki energi. Setiap energi yang mengalir melalui otak manusia dapat dihitung dengan alat yang bernama Electroencephalographic (EEG). Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat aliran energi yang memiliki tingkat getaran yang berbeda-beda. Ini berarti bahwa setiap energi yang mengalir di otak memiliki tingkat frekuensi yang berbeda-beda pula. Secara umum kita mengenal empat bentuk getaran dari energi otak, yaitu Beta, Alpha, Theta, dan Delta. Bagaimana proses energi di otak terjadi? Otak kita memiliki ratusan miliyar neuron (syaraf), biasa juga disebut dengan sel-sel otak yang saling berhubungan satu sama lainnya. Begitu kita belajar terhadap sesuatu atau memasukkan suatu informasi atau memikirkan sesuatu, maka sesungguhnya kita mencipta atau memperkuat sebuah jalur syaraf antar sel. Semakin banyak hubungan antar sel maka akan semakin banyak yang telah kita pelajari. Jika kita memikirkan sesuatu semakin sering...

MEMBUKTIKAN KEBERADAAN TUHAN DENGAN NLP

Saya mulai bersentuhan dengan ilmu berpikir sejak tahun 1990. Selain itu saya tipe perenung, sehingga membuat diri saya banyak merenung dan seringkali menggunakan ilmu tentang berpikir untuk menyelesaikan masalah-masalah yang saya hadapi waktu itu. Hal ini kemudian membawa saya sebagai seorang konsultan tentang penanganan berbagai masalah psikologi sejak tahun 1992. Daftar klien saya waktu itu adalah teman-teman saya, yang kemudian meluas kepada temannya teman saya. Pada tahun 1997, saya kemudian mulai secara serius mendalami ilmu tentang berpikir ini, saya semakin menyukai dan mendalami ilmu tentang logika dan filsafat yang bersifat holistik. Kesukaan saya tentang dunia berpikir dan proses pengembangan diri membuat saya kemudian berkenalan dengan NLP pada tahun 2002, yang saya kenali setelah mempelajari metode belajar-mengajar Accelerated Learning. Ketertarikan saya tentang ilmu berpikir ini membuat saya begitu senang dengan NLP dan mendalaminya, hingga membuat saya s...

AMBILLAH KEPUTUSAN SAAT BAHAGIA

Kemarin saya baru saja berbicara di hadapan anak-anak sebuah SMA Islam di Makassar. Saya berbicara tentang Holistic Learning kepada mereka. Terdapat satu hal menarik yang saya sempat sharing dengan mereka, yaitu sebuah teknih sederhana yang sangat ampuh untuk melakukan sebuah perubahan ke arah yang positif. Saya berbagi dengan mereka mengenai teknik afirmasi yang dahsyat untuk meningkatkan citra diri mereka. Sebenarnya teknik ini bukanlah sebuah teknik yang baru dan bahkan sering dilakukan juga oleh kebanyakan orang. Namun ada hal yang sangat berbeda ketika dilakukan oleh kebanyakan orang, yaitu teknik ini sering dilakukan tanpa disadari dan yang kedua, teknik sering dipakai untuk hal-hal yang negatif dan tidak bermanfaat untuk perkembangan diri. Teknik apakah itu? Sabar dong, nanti Anda juga akan mengatakan bahwa itu sih teknik yang sering saya lakukan. Ok, mari kita lihat teknik ini. Tapi saya ingin mengajak Anda untuk melihat pemakaian teknik ini pada...

TIDAK MELEKAT KEPADA TUJUAN

Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam mengaktifkan ”the secret” adalah bersikap pasrah. Ketika berbicara tentang pasrah ini saya banyak sekali mendapatkan defenisi yang agak keliru. Pasrah pada umumnya selalu diartikan sebagai ”Yah, sudahlah. Mau bagaimana lagi?” Selalu saja diartikan sebagai suatu keadaan ketika kita menemui jalan buntu, keadaan dimana sudah tidak ada lagi yang bisa diperbuat. Oleh sebab itu, banyak orang kemudian mengusung sebuah defenisi baru tentang pasrah, yaitu tidak melekat kepada tujuan. Sering juga diartikan sebagai ”tidak memikirkan apa yang menjadi tujuan ketika tujuan itu sudah ditetapkan”. Dengan kata lain, ketika Anda sudah menetapkan sebuah keinginan, maka usahakanlah agar Anda tidak lagi memikirkan keinginan itu, Anda harus melepaskannya, atau tidak melekat kepada tujuan. Saya sendiri ingin mengartikan defenisi pasrah itu dengan menguraikan sebuah kisah sufi yang luar biasa. Kenapa demikian? Dalam ilmu logika untuk ...

CITRA DIRI ANAK DAN ORANG TUA

Citra diri sering juga disebut sebagai cermin diri atau apapun persepsi seseorang terhadap dirinya. Ketika berbicara tentang citra diri maka pasti selalu berhubungan dengan diri ideal dan harga diri. Diri ideal adalah penetapan seseorang terhadap apa yang akan terjadi nanti. Diri ideal adalah apa yang diharapkan atau dicita-citakan. Diri ideal, selain ditentukan sendiri oleh sang anak, lebih sering ditentukan oleh orang tua atau lingkungan keluarga dan sekitarnya. Sedangkan harga diri adalah kondisi emosi yang dirasakan oleh seseorang sehubungan dengan citra dirinya sendiri. Semakin positif citra diri seorang anak, semakin positif pula kondisi emosi yang dirasakan (harga dirinya positif). Jika diri ideal yang diharapkan misalnya adalah mendapatkan nilai 100, maka ketika seorang anak berhasil mendapatkan nilai 100, maka ia akan melihat dirinya sebagai anak yang pandai (citra diri positif). Ketika ia melihat dirinya sebagai anak yang pandai, maka secara otomatis pula ia ...

Citra Diri Sebagai Motivasi Belajar Pada Anak

Sebuah penelitian dari banyak pakar pendidikan terkenal di dunia menyebutkan bahwa citra diri adalah faktor sangat penting dalam dunia pendidikan. Sayangnya, hampir setiap sekolah tidak mengajarkan bagaimana cara menjaga dan meningkatkan citra diri setiap anak di kelas. Bahkan penelitian di Spanyol menyebutkan bahwa prestasi akademik berbanding lurus dengan citra diri yang baik. Mungkin kabar yang sangat memprihatinkan adalah bahwa ternyata hampir setiap anak memiliki citra diri yang kurang baik, dan ini seringkali dihancurkan oleh para guru dan orang tua. Dalam penelitian lain disebutkan bahwa citra diri anak, kebanyakan hancur ketika anak menginjak usia pendidikan Sekolah Dasar. Sungguh ironis bukan? Di satu sisi, para guru dan orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang berhasil, tapi di sisi yang lain, kebanyakan para guru dan orang tua justru menghancurkan citra diri anak mereka. Citra diri dapat kita gambarkan sebagai cermin diri. Yaitu a...