Skip to main content

MENJADI DIRI SENDIRI


Pengarang dan motivator Inggris, Quentin Crisp, pernah berkata: "Yang penting adalah apa yang Anda pikirkan tentang diri Anda sendiri. Anda harus menemukan bagian dalam hidup yang pas bagi Anda dan kemudian berhenti bersandiwara; Profesi Anda adalah menjadi diri sendiri".

Apa yang dimaksud dengan menjadi diri sendiri? Ijinkan saya memaparkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Walter Smith dan Stephen Bloomfield mengenai kejujuran diri dan penerimaan diri apa adanya. Penelitian mereka menemukan bahwa ketika kita mampu menerima diri kita apa adanya, maka akan membuat kita menjadi lebih sehat. Hal ini terbukti bahwa seseorang yang dapat menangis dengan leluasa, tidak begitu sering terkena selesma dibandingkan dengan orang yang senantiasa menahan air matanya (karena berupaya untuk menutupi diri dan membohongi diri karena tidak mau menerima keadaan diri sendiri).

Hal inilah juga menyebabkan mengapa kaum wanita mempunyai angka kelangsungan hidup yang lebih lama dibandingkan dengan kaum laki-laki ketika menderita penyakit kanker yang sama. Karena kaum wanita lebih terbiasa untuk menerima dan menghadapi emosinya, sedangkan kehidupan kaum pria cenderung bersikap "sok tegar".

Oleh sebab itu menjadi diri sendiri akan mengundang kreatifitas. Dan hal ini akan terjadi ketika kita berhasil lepas dari ikatan kebiasaan dan ketakutan akan apa yang dipikirkan orang lain. Ketika kita menjadi pribadi yang menerima dir sendiri, maka kita tidak akan dipusingkan lagi oleh ketakutan kita akan pendapat orang lain; kita tidak lagi mencoba tampil "sok jaim", tapi kita tampil dengan kondisi apa adanya kita dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Sehingga Anda menjadi mampu untuk menempuh resiko, untuk bereksperimen dengan hidup Anda sendiri.

Menjadi diri sendiri juga adalah ketika berani mengatakan "tidak" tanpa merasa bersalah untuk sesuatu ajakan yang memang tidak ingin dijalani. Kemampuan mengungkapkan emosi secara tegas dan elegan (tanpa marah-marah yang tidak terkontrol) adalah ciri menjadi diri sendiri. Oleh sebab itu, ketika kita hidup tanpa harus mengkhawatirkan pendapat orang lain tentang bagaimana kita harus menjalani hidup, akan membuat kita jauh lebih sehat secara fisik dan mental.

Comments

  1. Setuju!

    Be Yourself! Berhentilah "melihat orang lain" dan "lihatlah diri Anda sendiri"

    Jadilah diri sendiri yang berkecukupan, sukses, dan bahagialah dengan diri Anda sebagaimana yang Anda inginkan.


    Salam Sukses Penuh Berkah dari Surabaya,

    Wuryanano
    Motivational Blog - Support Your Success
    Entrepreneur Campus - Support Your Future

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Menderita? Saat Kita Salah Menentukan Sumber Keberadaan Diri

Gagasan ini dapat dibuat lebih utuh dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa dalam SAT (Self Awareness Transformation), penderitaan manusia tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi dari hubungan antara kenyataan tentang keberadaannya dan cara ia memahami keberadaan dirinya. Di sinilah pentingnya membedakan dua tingkat realitas: realitas ontologis dan keyakinan psikologis. Realitas ontologis berbicara tentang bagaimana keberadaan manusia sesungguhnya, sedangkan keyakinan psikologis berbicara tentang bagaimana manusia memaknai dan merasakan keberadaannya. Pembedaan ini penting karena seseorang dapat hidup dalam kenyataan ontologis tertentu, tetapi secara psikologis mempercayai sesuatu yang berbeda. Dalam kerangka SAT, jarak antara keduanya dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami mengapa manusia mudah mengalami ketakutan, keterikatan, kecemasan, dan penderitaan. Realitas ontologis adalah kenyataan mengenai keberadaan manusia sebagaimana adanya, terlepa...

Penyebab Umum Gangguan Psikosomatis

David B.Cheek, M.D. dan Leslie M. Lecron,B.A. dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada 7 faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis. Memahami 7 kunci penting ini akan membantu terapis dan klien membuka pintu gerbang kesadaran baru tentang pemahaman masalahnya. Untuk memudahkan mengingat maka kita gunakan mnemonik COMPISS (Conflict, Organ Language, Motivation, Past Experience, Identification, Self-punishment, Suggestion/Imprint) 1. Conflict Konflik internal muncul karena ada minimal dua bagian dari diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan dari kedua bagian ini sebenarnya sama baiknya namun karena bertolak belakang akibatnya timbul masalah. Contohnya adalah seorang manajer yang selalu sakit kepala pada akhir bulan. Ternyata ada dua bagian dari dirinya yang konflik. Satu bagian dirinya ingin agar ia istirahat di rumah bersama keluarganya. Yang satu lagi ingin agar ia tetap bekerja agar menerima uang lembur lebih banyak dengan menyelesaikan ...

Anda Sedang Menjadi Siapa? Bagaimana Setiap Pilihan Membentuk Jiwa Dan Masa Depan Anda

Mulla Sadra memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berada dalam proses menjadi. Menurutnya, manusia bukanlah entitas yang statis atau tetap seperti benda mati. Jiwa manusia senantiasa bergerak dan berubah melalui apa yang disebut al-Ḽarakah al-jawhariyyah atau gerak substansial. Yang dimaksud dengan gerak substansial bukan sekadar perubahan perilaku, suasana hati, atau sifat-sifat luar, melainkan perubahan yang terjadi pada tingkat keberadaan manusia itu sendiri.   Dengan kata lain, setiap pengalaman, pilihan, keyakinan, dan tindakan yang dilakukan seseorang ikut membentuk siapa dirinya pada tingkat yang paling mendasar. Karena itu, kehidupan bukan hanya rangkaian peristiwa yang dialami manusia, tetapi juga proses pembentukan jiwa yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup. Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar memiliki karakter, tetapi sedang menjadi karakter tersebut. Ketika seseorang berulang kali memilih suatu cara berpikir, merawat keyakinan tertentu, memelihar...