Skip to main content

WORKSHOP THE SECRET OF ATTRACTOR FACTOR

Setelah sukses pada acara Seminar dan Launching Buku THE SECRET OF ATTRACTOR FACTOR, maka Gulshani Center kini mengadakan lagi sebuah Workshop yang luar biasa.

Workshop ini bukan hanya membahas tentang cara meningkatkan kekuatan attractor factor (daya tarik-menarik) kita, tetapi juga mengupas tentang makna DUALISME yang terdalam.

Workshop ini dilaksanakan pada:

Sabtu-Minggu, 16-17 Agustus 2008
Pukul 08.00 - 18.00 wita
Tempat: Hotel Denpasar (Nusa Dua Room, Lt. 3) Makassar
Maksimal peserta 30 orang
Fee: Rp 1,2 juta,- per orang
EB sebelum 10 Agustus 2008: Rp 1 juta,- per orang

Harga tersebut sudah termasuk:
1 buah buku The Secret of Attractor Factor (terbitan Gramedia Pustaka Utama)
1 buah modul eksklusif
1 buah CD brainwave untuk alpha state

Bonus: 1 buah CD brainwave untuk menyeimbangkan pikiran dan tubuh

Informasi hubungi:
Bapak Anshar: 0819 339 47699, 0411-534 3579
Ibu Yayuk, 0852 559 75 909

Comments

  1. Hi.

    I just wanted to thank you.

    You have provided a link to psychicenergies.com (alex telman) and I have had a psychic reading with alex. Amazing!!! The Reading came just at the right time in my life and I think I will be a better person forever. Thank you SO much for the link.

    And I LOVE your site.

    Thank you again,

    Amy

    ReplyDelete
  2. I agree with Amy. I had a reading with Alex Telman recently and he IS incredible. I just Googled his name and found Amy's comment here. Just thought I'd say I agree with her.

    Thank you. Janice

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Menderita? Saat Kita Salah Menentukan Sumber Keberadaan Diri

Gagasan ini dapat dibuat lebih utuh dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa dalam SAT (Self Awareness Transformation), penderitaan manusia tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi dari hubungan antara kenyataan tentang keberadaannya dan cara ia memahami keberadaan dirinya. Di sinilah pentingnya membedakan dua tingkat realitas: realitas ontologis dan keyakinan psikologis. Realitas ontologis berbicara tentang bagaimana keberadaan manusia sesungguhnya, sedangkan keyakinan psikologis berbicara tentang bagaimana manusia memaknai dan merasakan keberadaannya. Pembedaan ini penting karena seseorang dapat hidup dalam kenyataan ontologis tertentu, tetapi secara psikologis mempercayai sesuatu yang berbeda. Dalam kerangka SAT, jarak antara keduanya dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami mengapa manusia mudah mengalami ketakutan, keterikatan, kecemasan, dan penderitaan. Realitas ontologis adalah kenyataan mengenai keberadaan manusia sebagaimana adanya, terlepa...

Penyebab Umum Gangguan Psikosomatis

David B.Cheek, M.D. dan Leslie M. Lecron,B.A. dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada 7 faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis. Memahami 7 kunci penting ini akan membantu terapis dan klien membuka pintu gerbang kesadaran baru tentang pemahaman masalahnya. Untuk memudahkan mengingat maka kita gunakan mnemonik COMPISS (Conflict, Organ Language, Motivation, Past Experience, Identification, Self-punishment, Suggestion/Imprint) 1. Conflict Konflik internal muncul karena ada minimal dua bagian dari diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan dari kedua bagian ini sebenarnya sama baiknya namun karena bertolak belakang akibatnya timbul masalah. Contohnya adalah seorang manajer yang selalu sakit kepala pada akhir bulan. Ternyata ada dua bagian dari dirinya yang konflik. Satu bagian dirinya ingin agar ia istirahat di rumah bersama keluarganya. Yang satu lagi ingin agar ia tetap bekerja agar menerima uang lembur lebih banyak dengan menyelesaikan ...

Anda Sedang Menjadi Siapa? Bagaimana Setiap Pilihan Membentuk Jiwa Dan Masa Depan Anda

Mulla Sadra memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berada dalam proses menjadi. Menurutnya, manusia bukanlah entitas yang statis atau tetap seperti benda mati. Jiwa manusia senantiasa bergerak dan berubah melalui apa yang disebut al-Ḽarakah al-jawhariyyah atau gerak substansial. Yang dimaksud dengan gerak substansial bukan sekadar perubahan perilaku, suasana hati, atau sifat-sifat luar, melainkan perubahan yang terjadi pada tingkat keberadaan manusia itu sendiri.   Dengan kata lain, setiap pengalaman, pilihan, keyakinan, dan tindakan yang dilakukan seseorang ikut membentuk siapa dirinya pada tingkat yang paling mendasar. Karena itu, kehidupan bukan hanya rangkaian peristiwa yang dialami manusia, tetapi juga proses pembentukan jiwa yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup. Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar memiliki karakter, tetapi sedang menjadi karakter tersebut. Ketika seseorang berulang kali memilih suatu cara berpikir, merawat keyakinan tertentu, memelihar...