Skip to main content

BAGAIMANA CARA MELAYANI TUHAN

Orang yang senang membantu melepaskan pen­derita­­an orang lain,

akan senantiasa men­dapat bantuan Allah swt

- Nabi Muhammad saw -

Suatu ketika anak-anak Bani Israil berkata pada Musa, “Wahai Musa, kami ingin mengundang Tuhan untuk makan malam bersama kami. Tolong katakan pada Tuhan agar Ia mau menerima undangan kami!” Dengan penuh kemarahan Musa menjawab, “Tidakkah kalian tahu bahwa Tuhan melampaui kebutuhan akan makanan?” Tetapi tatkala Musa naik ke bukit Sinai, Tuhan mengatakan padanya, “Mengapa kamu tidak memberitahukan undangan makan malam itu pada-Ku? Hamba-hamba-Ku telah mengundang-Ku; katakan pada mereka Aku akan datang pada perjamuan makan malam mereka hari Jumat malam.”

Musa mengabarkan hal itu pada Bani Israil, dan kemudian setiap orang membuat persiapan besar selama beberapa hari. Pada Jumat malam, seorang tua datang dari perjalanan yang jauh. “Aku sangat lapar,” katanya pada Musa. “Mohon beri aku sesuatu untuk kumakan.” Musa mengatakan, “Sabarlah. Tuhan akan datang. Bawalah timba ini dan ambillah air di sumur. Kamu juga bisa membantu melayani Tuhan.” Orang tua itu mengambil air dan meminta makanan lagi, tetapi tak seorang pun memberinya makanan sebelum Tuhan tiba. Waktu berjalan, detik demi detik, tapi akhirnya, setiap orang mulai protes pada Musa yang telah menipu mereka.

Musa naik ke bukit Sinai dan berkata, “Tuhanku, aku malu dihadapan setiap orang karena Kau tidak datang sebagaimana yang telah Kau janjikan.” Tuhan menjawab, ”Aku datang. Aku mendekatimu, tetapi ketika Aku katakan bahwa Aku lapar, kamu menyuruh-Ku untuk mengambil air. Kuminta lagi tapi kau suruh untuk melayani. Baik kamu maupun umatmu tidak bisa menyambut-Ku dengan penuh penghormatan.”

“Tuhanku, seorang lelaki tua datang dan minta padaku makanan. Tetapi dia adalah makhluk hidup belaka.”

“Aku bersama hamba-Ku itu. Menghormatinya berarti juga menghormati-Ku. Melayaninya berarti melayani-Ku. Seluruh kolong langit dan isi bumi terlalu kecil untuk memuat-Ku, tetapi tidak demikian dengan hati hamba-hamba-Ku. Aku juga tidak makan dan minum, tetapi menghormati hamba-Ku adalah juga menghormati-Ku. Memperhatikan mereka berarti memperhatikan-Ku.

Comments

  1. Halo Mas Syahril, apa kabar?

    Selalu menyenangkan dan menginspirasi, saat baca tulisan-tulisan anda.

    Ok, semoga selalu sukses Mas Syahril.

    Wasalam,
    Wuryanano
    http://wuryanano.com/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Menderita? Saat Kita Salah Menentukan Sumber Keberadaan Diri

Gagasan ini dapat dibuat lebih utuh dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa dalam SAT (Self Awareness Transformation), penderitaan manusia tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi dari hubungan antara kenyataan tentang keberadaannya dan cara ia memahami keberadaan dirinya. Di sinilah pentingnya membedakan dua tingkat realitas: realitas ontologis dan keyakinan psikologis. Realitas ontologis berbicara tentang bagaimana keberadaan manusia sesungguhnya, sedangkan keyakinan psikologis berbicara tentang bagaimana manusia memaknai dan merasakan keberadaannya. Pembedaan ini penting karena seseorang dapat hidup dalam kenyataan ontologis tertentu, tetapi secara psikologis mempercayai sesuatu yang berbeda. Dalam kerangka SAT, jarak antara keduanya dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami mengapa manusia mudah mengalami ketakutan, keterikatan, kecemasan, dan penderitaan. Realitas ontologis adalah kenyataan mengenai keberadaan manusia sebagaimana adanya, terlepa...

Penyebab Umum Gangguan Psikosomatis

David B.Cheek, M.D. dan Leslie M. Lecron,B.A. dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada 7 faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis. Memahami 7 kunci penting ini akan membantu terapis dan klien membuka pintu gerbang kesadaran baru tentang pemahaman masalahnya. Untuk memudahkan mengingat maka kita gunakan mnemonik COMPISS (Conflict, Organ Language, Motivation, Past Experience, Identification, Self-punishment, Suggestion/Imprint) 1. Conflict Konflik internal muncul karena ada minimal dua bagian dari diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan dari kedua bagian ini sebenarnya sama baiknya namun karena bertolak belakang akibatnya timbul masalah. Contohnya adalah seorang manajer yang selalu sakit kepala pada akhir bulan. Ternyata ada dua bagian dari dirinya yang konflik. Satu bagian dirinya ingin agar ia istirahat di rumah bersama keluarganya. Yang satu lagi ingin agar ia tetap bekerja agar menerima uang lembur lebih banyak dengan menyelesaikan ...

Anda Sedang Menjadi Siapa? Bagaimana Setiap Pilihan Membentuk Jiwa Dan Masa Depan Anda

Mulla Sadra memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berada dalam proses menjadi. Menurutnya, manusia bukanlah entitas yang statis atau tetap seperti benda mati. Jiwa manusia senantiasa bergerak dan berubah melalui apa yang disebut al-Ḽarakah al-jawhariyyah atau gerak substansial. Yang dimaksud dengan gerak substansial bukan sekadar perubahan perilaku, suasana hati, atau sifat-sifat luar, melainkan perubahan yang terjadi pada tingkat keberadaan manusia itu sendiri.   Dengan kata lain, setiap pengalaman, pilihan, keyakinan, dan tindakan yang dilakukan seseorang ikut membentuk siapa dirinya pada tingkat yang paling mendasar. Karena itu, kehidupan bukan hanya rangkaian peristiwa yang dialami manusia, tetapi juga proses pembentukan jiwa yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup. Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar memiliki karakter, tetapi sedang menjadi karakter tersebut. Ketika seseorang berulang kali memilih suatu cara berpikir, merawat keyakinan tertentu, memelihar...