Skip to main content

The Power of Anchor : Memicu orgasme pasangan Anda

Saya mendapatkan tulisan menarik ini untuk saya bagikan kepada Anda.

Saya temukan di: http://ronnyfr.com/?p=25

Anchor adalah suatu hal yang jika terjadi akan memicu suatu perasaan atau emosi tertentu. Dalam istilah psikologi klasik, anchor adalah suatu stimulus yang memicu reaksi khusus. Anchor dapat terjadi dengan sendirinya (alami), dapat pula di ciptakan secara sengaja. Sebagai contoh anchor alami adalah suatu phobia, yakni reaksi takut yang berlebihan (tidak masuk akal) pada suatu stimulus (anchor) tertentu. Misal melihat kecoa, langsung memicu takut dan tidak berani berjalan mendekatinya. Artikel ini akan membahas mengenai cara menciptakan anchor agar pasangan bisa orgasme lebih mudah.
Anchor yang diciptakan dengan sengaja misalkan adalah lampu merah lalu lintas. Karena melihat asosiasi berkali-kali antara warna merah dan berhenti, maka mata kita mejadi terlatih. Begitu melihat warna merah lampu lalu lintas, maka secara otomatis kita akan berhenti. Disiplin psikologi sudah meletakkan dasar-dasar teknik anchor dengan sangat baik. Pavlov melakukan percobaan yang terkenal dengan cara menciptakan anchor dengan mekanisme reward-punishment dan dilakukan berulang-ulang pada anjingnya.

Pendekatan NLP, mengembangkan lebih jauh dengan cara membuat suatu anchor dalam sekali gebrak. Caranya akan dibahas dibagian akhir tulisan ini. Ancor dapat diciptakan dengan cara memberikan stimulus pada salah satu atau lebih dari kelima indra (VAKOG) kita untuk memicu terbentuknya mental map. Jadi anchor dapat berbentuk misal : suatu kata (auditorial) gerakan (kinestetik/visual), simbol (visual), sentuhan (kinestetik), bau (kinestetik).

Di bawah ini terdapat daftar anchor yang umum. Dengan merenungkannya, maka anda dapat mengidentifikasikan sistem representasionalnya (VAKOG).

? Peluit Pabrik

? Lagu favorit

? Sirine

? Bel Pintu

? Bau Ikan

? Senyuman

? Kepalan tangan

? Jabat tangan

? Tangisan bayi

? Lampu rem belakang mobil

? Dering telfon

? Parfum

? Dering jam, dll



Anchor cara NLP Secara NLP, anchor diciptakan dengan cara membawa seseorang mengalami emosi puncak tertentu (rasa takut, gembira, cemas, ngeri, dll). Pada saat puncaknya, kita melakukan suatu suatu tindakan tertentu, misal mengucapkan kata tertentu / gerakan anggota tubuh tertentu / menunjuk simbol tertetu / memberikan sentuhan di tempat tertentu.

Semakin tinggi dan mendekati puncak emosi maka akan semakin kuat anchor itu akan menetap. Ini yang terjadi pada orang phobia, pada saat ketakutan memuncak matanya melekat pada objek tertentu yang kemudian menjadi anchornya (misal kecoa). Anchor bisa menggunakan kata-kata, nada-nada, gerakan, dehem, batuk kecil, telengan kepala. Anchor yang baik adalah yang jarang digunakan, sebab kalau terlalu sering digunakan menjadi tidak efektif lagi.

Contoh :

Pada saat presentasi sales bersama kompetitor, dan kita sempat melihat kompetitor gelisah/cemas. Maka lakukan kalibrasi dan pada saat terjadi puncak cemas/gelisah buatlah anchor, misal dengan dehem kecil (semacam batuk). Kemudian saat presentasi selesai dan calon klien menanyakan pendapat mereka mengenai ini itu. Maka anda dapat menyalakan anchor (fire the anchor) anda dengan melakukan berdehem yang sama. Maka jika semuanya dilakukan dengan tepat waktu dan akurasi kalibrasi maka kompetitor tiba-tiba merasa cemas tanpa sebab.

Menganchor Orgasme Pasangan

Suatu contoh praktis lain adalah mengeset anchor dengan sengaja pada saat pasangan kita (suami/istri) sedang orgasme. Di tengah orgasme (tepat sebelum puncaknya), buatlah sebuah anchor yang spesifik dengan suatu kata tertentu, atau tatapan mata lekat-lekat, atau gerakan tertentu. Lakukan dengan mantap pada saat yang tepat. Sebagai catatan, anchor juga bisa digabungkan, misal suara sekaligus gerakan tertentu. Nah, pada saat yang lain dimana akan dilakukan hubungan suami istri, maka setelah foreplay dan akan mulai lebihjauh, segera piculah anchor Anda (fire the anchor). Jika semua dilakukan dengan tepat, niscaya pasangan Anda akan orgasme lebih cepat.

Perlu kami ingatkan agar tidak memicu anchor ini sembarangan, misal saat pasangan Anda sedang mau ke kantor lantas dipicu Anchor. Bisa-bisa pasangan Anda nggak jadi ke kantor dan minta lembur di rumah terus. ;-)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Menderita? Saat Kita Salah Menentukan Sumber Keberadaan Diri

Gagasan ini dapat dibuat lebih utuh dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa dalam SAT (Self Awareness Transformation), penderitaan manusia tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi dari hubungan antara kenyataan tentang keberadaannya dan cara ia memahami keberadaan dirinya. Di sinilah pentingnya membedakan dua tingkat realitas: realitas ontologis dan keyakinan psikologis. Realitas ontologis berbicara tentang bagaimana keberadaan manusia sesungguhnya, sedangkan keyakinan psikologis berbicara tentang bagaimana manusia memaknai dan merasakan keberadaannya. Pembedaan ini penting karena seseorang dapat hidup dalam kenyataan ontologis tertentu, tetapi secara psikologis mempercayai sesuatu yang berbeda. Dalam kerangka SAT, jarak antara keduanya dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami mengapa manusia mudah mengalami ketakutan, keterikatan, kecemasan, dan penderitaan. Realitas ontologis adalah kenyataan mengenai keberadaan manusia sebagaimana adanya, terlepa...

Penyebab Umum Gangguan Psikosomatis

David B.Cheek, M.D. dan Leslie M. Lecron,B.A. dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada 7 faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis. Memahami 7 kunci penting ini akan membantu terapis dan klien membuka pintu gerbang kesadaran baru tentang pemahaman masalahnya. Untuk memudahkan mengingat maka kita gunakan mnemonik COMPISS (Conflict, Organ Language, Motivation, Past Experience, Identification, Self-punishment, Suggestion/Imprint) 1. Conflict Konflik internal muncul karena ada minimal dua bagian dari diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan dari kedua bagian ini sebenarnya sama baiknya namun karena bertolak belakang akibatnya timbul masalah. Contohnya adalah seorang manajer yang selalu sakit kepala pada akhir bulan. Ternyata ada dua bagian dari dirinya yang konflik. Satu bagian dirinya ingin agar ia istirahat di rumah bersama keluarganya. Yang satu lagi ingin agar ia tetap bekerja agar menerima uang lembur lebih banyak dengan menyelesaikan ...

Anda Sedang Menjadi Siapa? Bagaimana Setiap Pilihan Membentuk Jiwa Dan Masa Depan Anda

Mulla Sadra memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berada dalam proses menjadi. Menurutnya, manusia bukanlah entitas yang statis atau tetap seperti benda mati. Jiwa manusia senantiasa bergerak dan berubah melalui apa yang disebut al-Ḽarakah al-jawhariyyah atau gerak substansial. Yang dimaksud dengan gerak substansial bukan sekadar perubahan perilaku, suasana hati, atau sifat-sifat luar, melainkan perubahan yang terjadi pada tingkat keberadaan manusia itu sendiri.   Dengan kata lain, setiap pengalaman, pilihan, keyakinan, dan tindakan yang dilakukan seseorang ikut membentuk siapa dirinya pada tingkat yang paling mendasar. Karena itu, kehidupan bukan hanya rangkaian peristiwa yang dialami manusia, tetapi juga proses pembentukan jiwa yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup. Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar memiliki karakter, tetapi sedang menjadi karakter tersebut. Ketika seseorang berulang kali memilih suatu cara berpikir, merawat keyakinan tertentu, memelihar...