Skip to main content

LEPASKAN POTENSI ANDA!!!


Gambar apakah di atas? Cobalah untuk menebak? … Baiklah, saya akan memberitahukan kepada Anda. Gambar di atas adalah gambar sebuah pohon tomat yang memiliki buah tomat sebanyak 12.000 buah tomat setiap batangnya. Pohon tomat ini pernah dipamerkan dalam Pameran Sains dan Teknologi Tsukuba pada tahun 1985. Pohon ini ditanam dan dikembangkan oleh seorang ahli agronomi, Shigeo Nozawa.

Banyak yang mengira bahwa pohon tomat ini adalah sebuah hasil rekayasa bioteknologi. Namun kenyataannya tidaklah demikian. Sesungguhnya pohon tomat ini sama dengan pohon tomat yang lain. Pohon ini dihasilkan dari biji sebuah varietas tomat biasa, yang biasanya hanya akan menghasilkan 20 atau 30 buah tomat. Kalau begitu apa yang membedakannya, sehingga pohon tomat ini menghasilkan buah tomat yang berbeda jauh dengan saudara-saudara tomat yang lain?

Selama ini orang-orang sering mengira bahwa media yang paling baik dalam menanam sebuah pohon adalah tanah. Selain sinar matahari dan udara, tanah dianggap sebagai aspek penting dalam bercocok tanam. Kenapa? Karena tanaman mengirimkan akarnya ke dalam tanah untuk menyerap nutrisi dan kelembapan yang diperlukan untuk tumbuh. Akan tetapi, Nozawa memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda. Menurut Nozawa, kemampuan sebuah tanaman untuk tumbuh justru dihalangi oleh kenyataan bahwa akar-akar tanaman tersebut tumbuh di dalam tanah; akar membutuhkan upaya yang “agak keras” untuk mengirimkan akarnya karena kondisi tanah yang cukup padat. Dengan kata lain, akar mendapatkan sedikit halangan untuk melepaskan potensinya.

Nah, dengan keyakinan itu, maka Nozawa memutuskan untuk menumbuhkan pohon tomatnya di air, untuk melepaskan akar-akar dari kurungannya dan membiarkannya dengan bebas menyerap pemberian alam. Metode ini dikenal dengan metode hidroponik. Selanjutnya, Anda sudah bisa melihat sendiri hasilnya. Dengan metode ini, Nozawa telah berhasil menumbuhkan sebuah pohon tomat biasa, tapi memiliki buah yang banyaknya seribu kali lipat daripada pohon tomat yang lain.

Jika pohon tomat memiliki potensi yang sebesar itu, apalagi manusia. Satu-satunya yang menjadi batasan bagi pelepasan potensi Anda adalah diri Anda sendiri. Anda selalu membatasi potensi Anda dengan kurungan-kurungan mental yang Anda buat sendiri. Lepaskan kurungan-kurungan mental tersebut, dan Anda akan melihat perubahan yang luar biasa dalam diri Anda.

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Menderita? Saat Kita Salah Menentukan Sumber Keberadaan Diri

Gagasan ini dapat dibuat lebih utuh dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa dalam SAT (Self Awareness Transformation), penderitaan manusia tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi dari hubungan antara kenyataan tentang keberadaannya dan cara ia memahami keberadaan dirinya. Di sinilah pentingnya membedakan dua tingkat realitas: realitas ontologis dan keyakinan psikologis. Realitas ontologis berbicara tentang bagaimana keberadaan manusia sesungguhnya, sedangkan keyakinan psikologis berbicara tentang bagaimana manusia memaknai dan merasakan keberadaannya. Pembedaan ini penting karena seseorang dapat hidup dalam kenyataan ontologis tertentu, tetapi secara psikologis mempercayai sesuatu yang berbeda. Dalam kerangka SAT, jarak antara keduanya dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami mengapa manusia mudah mengalami ketakutan, keterikatan, kecemasan, dan penderitaan. Realitas ontologis adalah kenyataan mengenai keberadaan manusia sebagaimana adanya, terlepa...

Penyebab Umum Gangguan Psikosomatis

David B.Cheek, M.D. dan Leslie M. Lecron,B.A. dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada 7 faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis. Memahami 7 kunci penting ini akan membantu terapis dan klien membuka pintu gerbang kesadaran baru tentang pemahaman masalahnya. Untuk memudahkan mengingat maka kita gunakan mnemonik COMPISS (Conflict, Organ Language, Motivation, Past Experience, Identification, Self-punishment, Suggestion/Imprint) 1. Conflict Konflik internal muncul karena ada minimal dua bagian dari diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan dari kedua bagian ini sebenarnya sama baiknya namun karena bertolak belakang akibatnya timbul masalah. Contohnya adalah seorang manajer yang selalu sakit kepala pada akhir bulan. Ternyata ada dua bagian dari dirinya yang konflik. Satu bagian dirinya ingin agar ia istirahat di rumah bersama keluarganya. Yang satu lagi ingin agar ia tetap bekerja agar menerima uang lembur lebih banyak dengan menyelesaikan ...

Anda Sedang Menjadi Siapa? Bagaimana Setiap Pilihan Membentuk Jiwa Dan Masa Depan Anda

Mulla Sadra memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berada dalam proses menjadi. Menurutnya, manusia bukanlah entitas yang statis atau tetap seperti benda mati. Jiwa manusia senantiasa bergerak dan berubah melalui apa yang disebut al-Ḽarakah al-jawhariyyah atau gerak substansial. Yang dimaksud dengan gerak substansial bukan sekadar perubahan perilaku, suasana hati, atau sifat-sifat luar, melainkan perubahan yang terjadi pada tingkat keberadaan manusia itu sendiri.   Dengan kata lain, setiap pengalaman, pilihan, keyakinan, dan tindakan yang dilakukan seseorang ikut membentuk siapa dirinya pada tingkat yang paling mendasar. Karena itu, kehidupan bukan hanya rangkaian peristiwa yang dialami manusia, tetapi juga proses pembentukan jiwa yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup. Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar memiliki karakter, tetapi sedang menjadi karakter tersebut. Ketika seseorang berulang kali memilih suatu cara berpikir, merawat keyakinan tertentu, memelihar...