Skip to main content

AMALAN UNTUK KELAPANGAN REJEKI DAN MENGATASI KESULITAN

Terdapat ayat yang diberkahi di bawah ini:

Wa man yattaqillaaha yaj ‘allahu makhrajaa, wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, waman yatawakkal ‘alallaahi fahuwa hasbuh, innallaaha baalighu amrihi qad ja ‘alallaahu likulli syai’in qadraa.

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS 65:2-3).

Bacalah ayat ini setiap hari selasa; sebelumnya bacalah shalawat kepada Nabi Muhammad saw 3 kali, dan setelahnya baca pula shalawat 3 kali.

Al-Syirwani menyebutkan cara lain dalam mengamalkan ayat di atas. Amalannya: Mulai pada hari Kamis, atau Jumat, atau Senin, berwudhulah sebelum membaca ayat ini. Shalatlah 2 rakaat dan bershalawatlah kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya, 100 kali. Selanjutnya bacalah ayat tadi sebanyak 159 kali. Begitu seterusnya sampai 40 hari berturut-turut. Pada hari terakhir, bacalah ayat tadi 188 kali. Lakukan semua ini ba’da shalat shubuh.

Sebagian ulama menganjurkan: Sebaiknya amalan ini dilakukan di tempat yang sepi dari kesibukan, pendoa tidak perlu bicara kepada siapa pun, tidak menoleh ke belakang. Pada akhir amalan, yakni setelah 40 hari, baca juga shalawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarga sucinya sebanyak 100 kali.

Anda bisa memilih amalan mana yang paling sesuai dengan Anda.

SELAMAT MENCOBA,

SEMOGA BERMANFAAT!!!

Comments

  1. Salam
    Bung Syahril, menurut saya ada cara yg lebih mudah yaitu shodaqah ( cara ini anda lebih mudah menemukan dalil syar'i di hadis , karena bagaimanapun cara yg di tuntunkan oleh Nabi saw lebih mengena di hati org2 yg berhati-hati dlm masalah ibadah).
    Thx. Amin Syamsuddin.

    ReplyDelete
  2. Salam,

    Terima kasih banyak atas masukannya.

    Memang benar yang Pak Amin katakan tentang bersedekah itu, dan setahu saya, saya pun telah memposting tentang sedekah itu di blog saya yang diulas dalam bentuk cerita. Pak Amin dapat melihatnya di sini.

    Ada pun amalan yang saya berikan juga saya ambil dari tuntunan Nabi Muhammad saw dan keluarganya, yang diriwayatkan oleh sebagian besar periwayat hadis. Dan amalan ini bukan berarti meniadakan amalan tentang sedekah dan keutamaannya. Amalan ini mirip dengan melantunkan zikir kepada Allah, dan zikir yang dilantunkan itu pun diambil dari ayat Allah sendiri di dalam Al-Qur'an surat 65:2-3 (Silahkan dicek kebenaran ayatnya).
    Dan tidak ada paksaan sedikit pun kepada siapa pun untuk harus mengamalkan amalan tersebut. Semuanya terserah dari para pembaca, karena rahmat Allah senantiasa tercurahkan bagi siapa pun, terlepas melakukan amalan tersebut atau tidak.

    Tapi biar bagaimana pun, saya berterima kasih atas masukkannya.

    Senang berkenalan dengan Anda

    Salam,
    syahril
    http://syahril-ril.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. amalan ini tiap pagi saya dzikir kan 40x saat berangkat kerja.. subhanallah slalu adja ada rizki dan jalan keluar
    namanya aja ayat2 al Qur'an, surat cinta dari Allah, pastinya memang sebenar2nya petunjuk utk amalan dalam mendapatkan solusi tepat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Kita Menderita? Saat Kita Salah Menentukan Sumber Keberadaan Diri

Gagasan ini dapat dibuat lebih utuh dengan terlebih dahulu menjelaskan bahwa dalam SAT (Self Awareness Transformation), penderitaan manusia tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi dari hubungan antara kenyataan tentang keberadaannya dan cara ia memahami keberadaan dirinya. Di sinilah pentingnya membedakan dua tingkat realitas: realitas ontologis dan keyakinan psikologis. Realitas ontologis berbicara tentang bagaimana keberadaan manusia sesungguhnya, sedangkan keyakinan psikologis berbicara tentang bagaimana manusia memaknai dan merasakan keberadaannya. Pembedaan ini penting karena seseorang dapat hidup dalam kenyataan ontologis tertentu, tetapi secara psikologis mempercayai sesuatu yang berbeda. Dalam kerangka SAT, jarak antara keduanya dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami mengapa manusia mudah mengalami ketakutan, keterikatan, kecemasan, dan penderitaan. Realitas ontologis adalah kenyataan mengenai keberadaan manusia sebagaimana adanya, terlepa...

Penyebab Umum Gangguan Psikosomatis

David B.Cheek, M.D. dan Leslie M. Lecron,B.A. dalam bukunya Clinical Hypnotherapy mengatakan bahwa ada 7 faktor penyebab berbagai gangguan psikosomatis. Memahami 7 kunci penting ini akan membantu terapis dan klien membuka pintu gerbang kesadaran baru tentang pemahaman masalahnya. Untuk memudahkan mengingat maka kita gunakan mnemonik COMPISS (Conflict, Organ Language, Motivation, Past Experience, Identification, Self-punishment, Suggestion/Imprint) 1. Conflict Konflik internal muncul karena ada minimal dua bagian dari diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan dari kedua bagian ini sebenarnya sama baiknya namun karena bertolak belakang akibatnya timbul masalah. Contohnya adalah seorang manajer yang selalu sakit kepala pada akhir bulan. Ternyata ada dua bagian dari dirinya yang konflik. Satu bagian dirinya ingin agar ia istirahat di rumah bersama keluarganya. Yang satu lagi ingin agar ia tetap bekerja agar menerima uang lembur lebih banyak dengan menyelesaikan ...

Anda Sedang Menjadi Siapa? Bagaimana Setiap Pilihan Membentuk Jiwa Dan Masa Depan Anda

Mulla Sadra memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berada dalam proses menjadi. Menurutnya, manusia bukanlah entitas yang statis atau tetap seperti benda mati. Jiwa manusia senantiasa bergerak dan berubah melalui apa yang disebut al-Ḽarakah al-jawhariyyah atau gerak substansial. Yang dimaksud dengan gerak substansial bukan sekadar perubahan perilaku, suasana hati, atau sifat-sifat luar, melainkan perubahan yang terjadi pada tingkat keberadaan manusia itu sendiri.   Dengan kata lain, setiap pengalaman, pilihan, keyakinan, dan tindakan yang dilakukan seseorang ikut membentuk siapa dirinya pada tingkat yang paling mendasar. Karena itu, kehidupan bukan hanya rangkaian peristiwa yang dialami manusia, tetapi juga proses pembentukan jiwa yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup. Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar memiliki karakter, tetapi sedang menjadi karakter tersebut. Ketika seseorang berulang kali memilih suatu cara berpikir, merawat keyakinan tertentu, memelihar...