Skip to main content

Posts

QUANTUM IKHLAS: MENGGAPAI SUKSES DAN BAHAGIA DENGAN JALAN MENEMUKAN DIRI SENDIRI

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS 30:30). Dalam buku yang berjudul Fitrah, Murtadha Muthahhari menyebut 5 jenis fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia. Fitrah adalah kecenderungan yang dengan itu Tuhan menciptakan manusia, dan kelima fitrah tersebut adalah: Mencari kebenaran/kesempurnaan Condong kepada kebaikan Condong kepada keindahan Berkarya (kreasi) Cinta (menyembah) Inilah kecenderungan-kecenderungan, yang oleh Muthahhari, ada pada setiap manusia. Alasannya sangat jelas, bahwa adalah hal yang mustahil jika Tuhan tidak menciptakan manusia dengan kecenderungan-kecenderungan tersebut, maka bagaimana mungkin manusia akan bergerak ke arah kesempurnaan; padahal Tuhan telah menetapkan bahwa manusia adalah sebaik-baiknya...

BAHAGIA DAN LAW OF ATTRACTION

Kita dapat meningkatkan kebahagiaan kita sendiri, tak peduli apapun gen yang kita warisi - D. G. Myers, The Pursuit of Happiness - Kebahagiaan itu adalah mengembangkan fitrah kemanusiaan kita sendiri - Syahril Syam - Pada beberapa tahun yang lalu, sekitar awal tahun 2005, saya gencar menawarkan proposal pelatihan ke beberapa perusahaan dan BUMN di Makassar; isi proposal tersebut menawarkan pelatihan tentang kebahagiaan. Dan apa yang terjadi? Tidak satu pun proposal saya diterima dengan berbagai alasan. Namun ada satu alasan utama yang dikatakan oleh semua perusahaan tersebut, bahwa apa hubungan antara kebahagiaan dengan kinerja perusahaan. Bukankah bahagia itu urusan personal masing-masing karyawan? Biar sajalah kebahagiaan itu menjadi pencarian jati diri masing-masing karyawan. Begitulah alasan yang dikemukakan, seolah-olah bahwa bahagia itu adalah pencarian personal dan tidak ada hubungan sama sekali dengan kinerja perusahaan, apalagi menaikkan tingk...

Filsafat dan Kebahagiaan

Dalam tulisan: “Kebahagiaan: Antara Jiwa, Raga, dan Ruh”, Haidar Bagir mendefenisikan kebahagiaan sebagai berikut: Kesejahteraan (well-being), yakni kepuasaan atau pemenuhan hal-hal yang dianggap penting dalam hidup (eksternal). Lawannya adalah ketiadaan atau kekurangan (deprivation) hal-hal tersebut. Kerelaan, yakni terhadap keadaan yang di dalamnya seseorang berada (internal). Lawannya adalah kegelisahan atau kecemasan. Perasaan mengetahui makna hidup. Walaupun kebahagiaan sering dihubungkan dengan kesenangan dan kegembiraan, namun demikian, tidak semua hal-hal yang bersifat menyenangkan akan mampu memberikan kebahagiaan kepada seseorang. Karena, ada saja orang-orang yang tidak gembira atau sedih, namun secara keseluruhan hidupnya penuh kebahagiaan. Mari kita lihat lagi, apa yang dikatakan Haidar Bagir mengenai kegembiraan dan kebahagiaan: Meski kesenangan dan kegembiraan boleh jadi juga merupakan turunan dari kebahagiaan, namun kebahagiaan bisa amat tergantung pad...

BERPIKIR SAAT INI

Aku tidak akan menukar satu jam waktu bersenang-senang dengan belajar, tidak pula satu jam untuk belajar dengan bersenang-senang - Nasehat Imam Khomeini kepada cucunya - Talenta dan kelebihan hanyalah bagaimana manusia memusatkan kepandaiannya pada satu titik. - Anonim - Adalah benar bahwa setiap sebab pasti memiliki akibat, setiap usaha pasti memiliki konsekuensi. Tapi, jika Anda terlalu memikirkan konsekuensi, maka yang terjadi adalah Anda tidak fokus pada apa yang Anda kerjakan saat ini. Penelitian yang dilakukan pada orang-orang yang luar biasa, ditemukan bahwa untuk menuai keberhasilan dengan tingkat kemungkinan yang tinggi, maka Anda dituntut untuk tidak memerhatikan hasil setiap kali melakukan sesuatu. Tidak memerhatikan hasil dalam setiap kali bertindak ini dimaksud untuk senantiasa mempertahankan agar tahapan ...

Kesuksesan Justru Terletak di Usia Dini

Anggapan bahwa kesuksesan anak itu diukur saat ia sudah kuliah atau bekerja ternyata keliru. Awal kesuksesan justru terjadi di usia dini, terutama di usia 0-5 tahun. "Anak sering bertanya, bermain, aktif, mau bergaul adalah tanda anak akan sukses," kata tokoh pendidikan Arief Rachman dalam seminar guru TK yang diselenggarakan oleh majalah anak Mombi di Jakarta, Selasa (20/6). Sayangnya, belum semua orangtua menyadari hal itu. Hingga kini pemerintah pun belum sepenuhnya memberikan perhatian pada pendidikan anak usia dini. Padahal pembentukan sebuah bangsa bergantung pada pendidikan dini anak-anaknya. "Negara-negara yang jelek, bisa dipastikan pendidikan TK-nya tidak beres," kata Arief. Selain pelayanan pendidikan pada anak usia dini belum optimal, kesibukan orangtua juga jadi salah satu penyebab tidak terpantaunya pendidikan anak- anak mereka. Orangtua juga sering tidak realistis menempatkan harapan pada anaknya tanpa melihat kemampuan si anak. Banyak orangtua yan...

KUALITAS DIRI BERBANDING LURUS DENGAN PELAYANAN

Di musim panas banyak orang yang mencari tempat berteduh. Dan tempat berteduh yang alami, adalah di bawah sebuah pohon. Semakin besar pohon tersebut, maka semakin terasa enak kita berteduh. Lain halnya dengan pohon yang gersang, walaupun membawa keteduhan, namun tidak memberikan kenyamanan yang berarti kepada kita dalam menikmati kesejukan ketika berteduh di bawahnya. Aha! Coba kembali Anda pikirkan! Semakin besar pohon tersebut, maka semakin banyak kesejukan yang diberikan. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil/gersang pohon tersebut, maka kesejukan yang diberikan tidaklah terlalu berarti bagi kita. Dengan kata lain, peningkatan kualitas diri akan memberikan “efek pelayanan” yang berbeda pula kepada orang lain.

AMALAN UNTUK KELAPANGAN REJEKI DAN MENGATASI KESULITAN

Terdapat ayat yang diberkahi di bawah ini: Wa man yattaqillaaha yaj ‘allahu makhrajaa, wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, waman yatawakkal ‘alallaahi fahuwa hasbuh, innallaaha baalighu amrihi qad ja ‘alallaahu likulli syai’in qadraa. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS 65:2-3). Bacalah ayat ini setiap hari selasa; sebelumnya bacalah shalawat kepada Nabi Muhammad saw 3 kali, dan setelahnya baca pula shalawat 3 kali. Al-Syirwani menyebutkan cara lain dalam mengamalkan ayat di atas. Amalannya: Mulai pada hari Kamis, atau Jumat, atau Senin, berwudhulah sebelum membaca ayat ini. Shalatlah 2 rakaat d...