Pada tahun 1729, Jean-Jacques d’Ortous de Mairan - seorang astronomer Perancis, menatap keluar jendela di kantornya. Saat itu sore menjelang senja, de Mairan memperhatikan daun-daun dari tanaman yang berada di tepi jendelanya. Daun-daun tersebut menutup dan di siang hari saat matahari masuk melalui jendela, daun-daun tersebut terbuka. Pola daun membuka di pagi hari dan menggulung di saat kegelapan mulai tiba, membangkitkan pertanyaan dalam dirinya. Bagaimana jika pola terang-gelap ini diintervensi. Artinya apakah daun-daun tersebut mengalami pola membuka dan menutup hanya karena pengaruh adanya sinar matahari ataukah tidak? de Mairan memindahkan tanaman tersebut dari pinggir jendela dan memasukkannya ke dalam lemari tertutup agar cahaya tidak dapat masuk. Saat esok tiba, ia membuka lemari dan menemukan bahwa daun-daunnya tetap membuka meski berada dalam kondisi gelap. Ia terus melakukan percobaan ini hingga beberapa minggu, dan bahkan menutup jendelanya dengan gorden hitam u...
Memfasilitasi Manusia Kembali Utuh — Tidak Terpecah antara Pikiran, Perasaan, Makna, dan Tuhan